PATRIOTISME YANG HILANG
- menemukan kembali semangat patriotisme di negeri orang -
Jujur saja, berapa banyak dari kita yang sering mengolok-olok Indonesia? Saya sendiri adalah salah satu di antara orang yang sering mengolok-olok Indonesia. Yang jalur lalu lintasnya macetlah, yang ada diskriminasi terhadap ras-ras atau agama tertentulah, yang tingkat kejahatannya tinggilah, yang produknya jelek setengah matilah... dan seabreg-abreg hal bisa kutemukan untuk mengolok-olok Indonesia.
Suatu hari, ketika saya sedang sibuk mengolok-olok negeri saya sendiri, teman saya dari Jepang menanyakan dengan bingung "Kenapa sih kamu semangat sekali mengejek negeri kamu sendiri?". Pertanyaan jujur nan polos ini membuat saya terpaku. Melihat saya terdiam, teman saya kembali melanjutkan omongannya "Saya sering sekali melihat orang Indonesia di sini sering menjelek-jelekkan negeri mereka sendiri. Baru pertama kali fenomena ini saya lihat. Padahal saya pernah lo pergi ke Bali, dan menurut saya Bali itu cantik sekali".
Perbincangan ini membuat saya kemudian mulai memperhatikan tingkah laku teman-teman sekelas saya yang berasal dari berbagai negara. Dari sana, saya menyadari betapa berbedanya semangat patriotisme mereka.
"Kamu tahu Menara Pisa? Dia benar-benar tidak ada duanya lo. Mana ada menara seperti Pisa yang miring selama bertahun-tahun tapi tidak rubuh?" seloroh teman Italia saya membanggakan menara tersohor Italia itu.
"Negaraku memang hebat. Kita kalah perang 50 tahun yang lalu, tetapi lihat kita sekarang adalah salah satu negara dengan ekonomi termaju di dunia" balas temanku dari Jepang dengan bangga.
"Begitu pula negaraku. Lihat, kami negara yang begitu kecil, dan adalah satu-satunya negara yang masih terbagi dua, tetapi produk kami tidak kalah dengan produk Jepang!" kata temanku dari Korea.
"Masakan Filipina itu tidak ada duanya! Kalian harus coba es krim Halo-halo. Luar biasa lezatnya. Mungkin ini jenis es krim terkhas dan terunik di dunia" saran temanku dari Filipina.
"Indonesia? Walah, negara kita mah kacau balau. Korupsi kita paling tinggi selangit! Polisi aja bisa disogok. Mau ngurus dokumen gampang? Selipkan uang!" kritik temanku yang lain dari Indonesia.
Ah, jadi malu rasanya melihat kenyataan seperti ini.
Ketika aku mendiskusikan hal ini dengan teman-temanku, mereka dengan gampangnya mengatakan "Bukan kita yang mau menjelek-jelekkan Indonesia. Tapi memang Indonesia engga ada bagus-bagusnya untuk dibanggakan."
Apa iya? Kata-kata temanku ini menggelitik rasa ingin tahuku. Saya pun mencari-cari informasi di situs-situs internet, saya merasa malu bahwa saya mungkin lebih tahu banyak mengenai negara orang ketimbang negara saya sendiri. Dan ketika saya berdiskusi dengan temanku lagi, saya membawa berbagai fakta untuk saya sodorkan kepadanya.
"Apa kamu tahu bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dengan ragam budaya paling kaya di dunia?"
"Danau Toba, Bunaken, Kraton, Pantai Kuta, Lombok, ada ratusan keindahan alam yang begitu unik dan kaya di Indonesia!"
"Makanan Indonesia unik! Setiap daerah memiliki makanan khasnya sendiri, mulai dari Soto Betawi, Sate Ayam, Rawon, Pecel Lele, Hemmm... Variasinya luar biasa!"
"Tahu gak di daerah Asia Tenggara, Indonesialah negara pertama yang mampu merebut medali emas Olimpiade?"
Dan saya masih menyebutkan rentetan fakta lain kepada teman saya. Memang saya tidak akan tutup mata dan mengatakan Indonesia sudah sempurna. Pada kenyataannya, negara kita memang masih tertinggal dalam berbagai bidang dengan negara maju lainnya, tetapi itu bukan berarti negara-negara maju juga tidak memiliki persoalannya. Salah besar kalau kita lantas menutup mata terhadap nilai positif Indonesia dan terus mengungkit sisi negatifnya di mata dunia.
Saat ini, mata dunia tengah menyorot Indonesia dengan pandangan negatif sebagai negara sarang teroris. Kenapa kita harus turut menambah minyak di atas api dengan menjelek-jelekkan negara kita sendiri? Tidakkah kita ingin juga agar negara kita bisa bangkit dan menjadi salah satu pilar ekonomi Asia seperti sebelum krisis moneter tahun 1997 dahulu?
Mulailah pupuk jiwa patriotisme anda, milikilah rasa bangga terhadap Indonesia, tanah air kita yang tercinta; karena kalau bukan kita - siapa lagi?
By: maxim84 (penulis adalah seorang warga negara Filipina yang sudah berdomisili di Indonesia)
Artikel ini ditulis ketika maxim84 bersekolah bahasa di Beijing, China.
Written by my friend, Maxim
Link menuju artikel asli: http://www.videogamesindonesia.com/forum/sosial-politik/60540-patriotisme-yang-hilang.html
Kamis, 13 November 2008
Langganan:
Komentar (Atom)
